Tidak

Tidak. Yang salah dari hari kemarin adalah caranya. Bukan substansinya.

Jangan salahkan hal tersebut. Karena ia adalah cobaan sekaligus hadiah untukmu. Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing. Beruntunglah kamu yang dipilihkan Allah jalan hidup yang berisi kebaikan di dalamnya.

Syukurilah. Maknailah. Perjuangkanlah.

Jangan buat kebaikan berbalik menjadi keburukan di tanganmu. Tapi berusahalah sekeras mungkin agar kebaikan tersebut menyerbak dan memenuhi ruang.

Dari Fadhil..

Sedikit bercerita tentang hari ini.

Banyak hal yang aku lalui hari ini. Bertemu dosen, teman-teman, adik-adik 2016, ramainya jalanan. Namun hikmah yang paling ngena di hati adalah saat mampir ke rumah uncle dan ketemu Fadhil. Fadhil adalah salah satu adik sepupuku yang masih berumur sembilan tahun. Dari kecil dia suka berkomentar yang to the point tapi ngena di hati. Contohnya adalah hari ini dia cerita kalau tadi di sekolahnya dia ga diizinin beli pempek karena kata orangtuanya, abang yang jualan terlihat kurang bersih. Trus dia baru tadi bilang kalo ga suka di larang-larang beli pempek, karena menurutnya kasihan kalo ngga di beli. Katanya, kalau kita membeli pempek jualan si abang itu, sama aja kita membantu penghasilannya.

Yak, kalimatnya hampir persis kayak gitu. Seinget saya waktu saya umur sembilan tahun ga sebijak ini deh :”

Saya merasa kalau pandangan Fadhil ini bener banget. Saya jadi mikir, andaikan orang-orang (yang katanya udah) dewasa masih punya sikap dan cara pandang kayak dia, pasti dunia adem deh. Karena sebetulnya, setiap orang memiliki kecenderungan untuk berbuat baik. Namun seringkali, di dunia yang hingar bingar ini, kebaikan yang kecil itu tertutupi dan dianggap remeh. Juga, kepekaan terhadap orang lain mulai berkurang saat ini. Mungkin karena tiap orang sibuk mengejar apa yang ia cari. Hingga lupa bahwa hal yang hakiki untuk dicari adalah amal kebaikan. Ah, jangan-jangan kita sendiri yang berbuat seperti itu.

**

Cerita polos dari seorang anak SD yang imut & lucu ini jadi pelajaran tersendiri buat aku. Agar lebih peka dan lebih ringan tangan lagi dengan sesama :”)

Display UKM Salam UI 2016

Masih tentang OKK UI 2016. Ini adalah video display UKM Salam UI 2016. Tahun lalu aku ada di salah satu barisan itu. Sekarang agak sedih karena tahun ini aku ngga ada disana😥 ngga menyapa mahasiswa baru 2016 dengan takbir di ruangan terfavorit di UI, Balairung.

DIsplay UKM Salam UI buat aku selalu jadi momen yang bersejarah. Mungkin karena setiap tahunnya ada orasi dari ketua Salam UI. Ah iya. Disana juga nuansa persaudaraan Islam antar fakultasnya berasa banget. Seru deh pokoknya😀

Bertumbuhlah, Berkembanglah

.. lah lamo awak indak basua jo wordpress ni. taragak lah den..

Bismillahirrahmanirrahiim

Sedikit intro berupa curhatan dalam bahasa Minang yang dimaksudkan untuk mengutarakan rasa kangen yang banget banget sama blog. Akhir-akhir ini jarang nulis. Tapi bismillah semoga kedepannya bisa rajin nulis lagi yeaaay.

Sekarang itu lagi ngehits banget sama yang namanya OKK UI. Aku tertarik buat jadi mentor yang notabene baru tahun ini dibikin ada mentor. Hm jadi inget kampus tosca di seberang sana yang udah dari lama pake mentor di ospek universitasnya. Lalu kenapa UI baru pake mentor? Aku sendiri juga belum tau kenapa. Tapi yang jelas, mentor dimaksudkan untuk menghidupkan kembali ruh pergerakan mahasiswa yang dikhawatirkan lesu dimakan zaman Tapi selama masih ada orang-orang yang memiliki hati yang tulus, pikiran yang lurus, serta tangan dan kaki yang ringan untuk digerakkan dalam kebaikan, maka insyaa Allah ruh pergerakan tersebut tidak akan pernah mati. Karena sejatinya tujuan dari pergerakan adalah untuk menciptakan dan meningkatkan kesejahteraan Indonesia.

Seringkali idealisme dikaitkan dengan aksi turun ke jalan. Tapi, menurutku definisi idealisme itu luas. Idealisme harusnya tetap ada di jiwa tiap pemuda dan menjadikannya ruh dalam beraktivitas. Sehingga apapun yang ia lakukan, memiliki standar kebaikan yang jelas dan berada dalam jalan yang lurus.

Tentu bukan perkara yang gampang untuk mentransfer idealisme dan semangat tersebut kepada adik-adik kami, mahasiswa baru 2016. Tapi, melalui mentor OKK ini saya merasakan bahwa usaha mentransfer hal tersebut tidak sia-sia. Saya bertemu dengan 15 orang mahasiswa baru dengan bermacam-macam latar belakang dan sifat yang unik. Mereka adalah para mutiara Indonesia, sebuah sebutan spesial dari OKK UI untuk mahasiswa UI 2016. Maka untuk mutiara-mutiara itu, tak apalah kami sampaikan idealisme dan cita-cita kami sebagai insan akademis yang setinggi-tingginya. Bahwa berkuliah itu bukan hanya tentang diri sendiri, tapi juga tentang berkontribusi kepada masyarakat. Mungkin secara ringkasnya, harusnya setiap mahasiswa melaksanakan tridharma perguruan tinggi.

 

Ah, aku sendiri juga masih berusaha untuk mewujudkan tridharma tersebut. Bahkan orang yang pertama kali tertampar keras dengan muatan mentoring OKK UI sebetulnya adalah diriku sendiri. Banyak to-do list mimpi-mimpi yang masih perlu diperjuangkan. Setelah sesi mentoring, aku justru ikut merasa tercerahkan dan semangat kembali full. Kadang memang idealisme dan cita-cita bisa menguap dengan rutinitas hidup yang biasa saja. Padahal sejatinya kita tidak dilahirkan untuk menjadi biasa-biasa saja. Setiap dari diri kita adalah spesial. Tugas selanjutnya adalah mengasah diri kita agar spesialisasi tersebut meningkat menjadi taraf profesional. Tentu saja agar dapat bermanfaat bagi orang lain.

Maka, aku menyimpulkan bahwa menjadi mentor adalah pengalaman yang luar biasa. Menjadi mentor adalah gabungan dari seni berinteraksi, seni memahami orang lain, dan tentu saja seni menyampaikan idealisme dan cita-cita dengan penyampaian yang ringan. Dan mungkin ditambah dengan seni memupuk cita-cita dan harapan pada orang lain. Agar kelak ia dapat bertumbuh menjadi seseorang yang teduh dan bermanfaat bagi sekelilingnya.

Tumbuh dan berkembanglah, para mutiara Indonesia🙂

When brotherhood hits meaning

Understanding people in their whole frame & their own shoes are probably the hardest thing for a brother throughout another. Ask Allah ta’ala to make you become a good brother. Good thing never comes but because of Allah wills. Especialy a good manner.

A good manner is like a river that flows from the sea, that is the heart.

yaa Allah..

unnamed

Di ambang realita kehidupan, bukankah setiap dari kita adalah seorang Ibrahim?

Mendapatkan ujian “kehilangan” dalam beberapa fase kehidupan

Merasakan kehilangan, melepaskan sesuatu paling berharga dalam hidup

Mungkin dapat berupa kehilangan orang terdekat, harta benda, lingkungan nyaman

Atau jangan-jangan, bisa saja berupa penafikan atas hal-hal yang kita inginkan di dunia

Sehingga kesabaran menjadi sesuatu yang paling berat untuk dipikul

Namun, hei

Bukankah dunia hanya tempat pengujian seorang hamba oleh Tuhannya, Allah ‘azza wa jalla?

Bukankah segala ujian tersebut bersifat sementara?

Toh nanti kesabaran akan menunjukan wujudnya berupa rahmat dan berkah yang tiada habisnya

Yang diiringi dengan kesempurnaan iman

Keimanan sejati yang hanya bergantung dan beharap kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Karena demi Dzat yang Jiwaku Digenggam Oleh-Nya, apalah tujuan lain dari kehidupan selain kesempurnaan iman?

Dan kurasa kita –ummatnya- telah sepakat untuk bercita-cita untuk minum dari telaga Al-Kautsar bersama Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam

Maka bersabarlah, karena nikmat Allah ‘azza wa jalla kepada hambanya akan disempurnakan di surga nanti

Yang aku tau, tugas manusia saat ini adalah beribadah dan menjadi sebaik-baik hamba

Hingga cinta kepada Allah dan Rasulnya (shalallahu ‘alaihi wa salam) menjadi perkara paling penting di setiap jejak langkah

حدثنا أبو اليمان قال: أخبرنا شعيب قال: حدثنا أبو الزناد، عن الأعرج، عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:
(فوالذي نفسي بيده، لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من والده وولده)

It was related from Abu Hurayra, may Allah be pleased with him, that the Prophet, may Allah bless him and grant him peace, said, “By the One who has my life in His hand, none of you will believe until he loves me more than his father and his children.”

Selamat memaknai Idul Adha 1436 H

Selamat berikhtiar menjadi seorang hamba!

ps: Semoga domba kecil di atas dapat menjadi awal cerita ukhuwah Moslem Association of Public Health 2014!