Sultan Mehmed

Notulensi “Mehmed Fatih” – Pembebas Konstantinopel – Sang Engineer

Sejarah Dunia – Tarikh Turki Utsmani

FUSI – FT UI. Depok 26 Mei 2017

Materi I oleh Ustadz Agung Waspodo, S.E.,MPP

Isyarat penguatan dan keteguhan

“Latuftahanna al-Qusthanthiniyyah falani’mal amir, amiruha, wafala jaisyi, jaisyiuha.”

Ketika Abu Ayyub Al-Anshari meninggal, ia meminta untuk dikebumikan terdekat engan konstantinopel, kemudian diwujudkan oleh Yazid bin Mu’awiyah. Setelah itu belum ada yang mampu untuk menaklukkan Kontanstinopel lagi karena adanya senjata militer Konstantinopel yang bernama naktar (apapun yang terkena bisa langsung terbakar). Setelah futuhat, Mehmed langsung mencari jasad Abu Ayyub Al-Anshari untuk kemudian dibuatkan komplek pemakaman.

Muhammad Al Fatih suka membaca banyak buku, termasuk sejarah. Sehingga dia bisa mengapresiasi orang-orang terdahulu dan menjadi bahan pembelajaran agar tidak merasa bangga atau tinggi hati dengan apa yang sudah dia lakukan. Setiap Mehmed ziarah ke makam Abu Ayyub Al-Anshari, yang dikatakan adalah “kullunnafsin dzaaiqatul maut” Inilah contoh orang besar. Semakin dia pintar, semakin ia cerdas, makin ia mengingat mati dan takut akan hisab.

*Pembentukan pribadi Mehmed.* Ayahnya adalah Sultan Murad II dan ibunya Huma Khatun.   Mehmed lahir di Edirne, dimana dekat dengan Konstantinopel. Sehingga Mehmed ia merasa bahwa cita-citanya ada di depan mata. Inilah cita-cita futuhat Mehmet. Setiap dari kita harus punya target futuhat sendiri, terutama di bulan Ramadhan.

Mehmed selama dua tahun merasakan pengalaman pertamanya menjadi pemimpin serta memulai hafalan Al-Qur’annya. Kemudian beliau diangkat menjadi gubernur di Manisa selama empat tahun. Kemudian untuk meningkatkan kapasitas dirinya, ia menambah hapalan Al-Qur’annya. Disini kita bisa belajar kalau ingin meningkatkan kapasitas diri, maka tingkatkanlah hapalan Al-Qur’an. Mehmed kemudian mendapatkan pendidikan pertama tentang ilmu kepemerintahan Islam langsung dari moila (Kurdi).

Kewajiban Membaca Buku. Buku wajib: morfologi (sarf), syntax (nahiv) dan logika (mantik). buku kedua: hadits dan tafsir. Buku tambahan dan pilihan –banyak-. Tapi yang paling utama adalah bahasa Arab. Bahasa Arab adalah kunci pembelajaran. Mehmed paling senang untuk mencuri tambahan belajar kepada para penasihat sultan di Edirne.    Di Topkapi ada baabussaadah, disana ia biasa untuk meminta penjelasan soal yang tidak bisa dijawab kepada guru-gurunya.

“imkansızı başarmak” ”To accomplish the Impossible”

Sultan Murad II menasihati anaknya sejak usia 12 tahun:

  1. menjadi sultan yang hanya mengharap keridhaan Allah SWT
  2. mengutamakan keadilan
  3. menyadari bahwa the mind is always a more powerful tool than the sword

Materi II oleh Ir. Askar Triwiyanto, M. Sc, Ph.D

Meriam yang digunakan untuk penaklukkan Konstantinopel adalah meriam yang pertama kali digunakan untuk perang di dunia. Semua alat-alat dan peralatan yang digunakan diproduksi sendiri oleh Utsmani.

Semua yang kita pelajari harus dikontribusikan untuk Islam. Untuk mengalahkan lawan, kita harus paham kekuatan kita dan kekuatan lawan. Faktor naiknya masa kekhilafahan Turki Utsmani. Bicara dakwah adalah berbicara ekspansi Jangan hanya dakwah ke anak mushalla, banyakin dakwah ke yang belum tempat yang selama ini belum dijangkau.

Penutup

Pembelajaran yang paling utama sebelum apapun adalah Al-Qur’an. Contoh nyata individu yang mengutamakan Al-Qur’an dalam pembelajarannya adalah Muhammad Al-Fatih sehingga ia bisa melejitkan potensi diri sebaik-baiknya.

Disusun oleh: @ChyntiaAmd

AHLAN WA SAHLAN YA RAMADHAN

Assalamu’alaikum warahmatullah 🙂

Kemarin (24/05/2017) aku dan teman-temanku menghadiri acara Tarhib Ramadhan yang diselenggarakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid UI. Alhamdulillah ramai banget. Pembicara yang kemarin dateng itu adalah A’a Gym. Otomatis jadi tambah ramai kan. Oya, ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap mau bulan Ramadhan oleh DKM UI. Tarhib di bahasa Arab bermakna “welcome“. Hampir mirip dengan ahlan wa sahlan. Kalau ahlan wa sahlan itu ibaratnya kita menyambut tamu dan mempersilahkan mereka untuk tinggal bersama kita. Kalo tarhib itu sekedar, “halo selamat datang”. Jadi dalem kann arti ahlan wa sahlan  hehe.

WhatsApp Image 2017-05-24 at 11.48.52

Dokumentasi dadakan ._.v seadanya ya maafff. Ini waktu pak Yunus Daud sedang memberikan sambutan.

Sebetulnya kenapa sih harus ada program semacam Tarhib Ramadhan kayak gini? Kalo menurutku sesederhana kita melakukan persiapan terhadap momen terbaik di dalam hidup kita. Kenapa yang terbaik? Karena kita ngga tau apakah di tahun depan kita akan bertemu lagi atau ngga :’.

Hadits Shahih Bukhari Volume 3, Book 32, Number 231 :
Narrated by Abu Huraira
The Prophet said, “Whoever fasted the month of Ramadan out of sincere Faith (i.e. belief) and hoping for a reward from Allah, then all his past sins will be forgiven, and whoever stood for the prayers in the night of Qadr out of sincere Faith and hoping for a reward from Allah, then all his previous sins will be forgiven .”[1]

Acaranya dimulai sekitar jam 11 siang. Kebetulan sekitar jam segitu aku kosong karena habis ujian modul terakhir di semester ini *yay alhamdulillah*. Kemudian setelah shalat Zuhur, A’a Gym naik ke podium dan mulai menyampaikan pesan-pesan nasihatnya tentang shalat yang khusyu’.

Beliau menyampaikan bahwa shalat itu adalah dzikir yang paling utama. Berdasarkan hadits yang kurang lebih menyebutkan bahwa amalan yang paling utama di sisi Allah yang dapat mengangkat derajat manusia, lebih utama daripada menginfaqkan emas di jalan Allah atau syahid karena berjuang di atas jalan Allah, dan amalan lainnya itu ialah Dzikrullah. Dannn dzikir yang utama adalah shalat.   Trus tips untuk shalat khusyu’ itu ada 3 hal, yaitu TBM. Tepat waktu, Berjama’ah & di Masjid (untuk yang ikhwan).

Selain itu untuk mencapai khusyu’ juga kita harus sadar dengan pentingnya shalat dan bacaan yang kita baca. Soal pentingnya shalat, banyak orang yang setiap hari shalat dan paham tatacara shalat. Tapi ngga semuanya menjadikan shalat sebagai senjata utamanya. Padahal Allah sudah menyatakan di Al-Qur’an:

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46)

Tuhkan. Jadi harusnya jelas bahwa masalah apapun yang kita hadapi harus disikapi dengan sabar dan banyak meminta pertolongan Allah melalui shalat. Ini juga a note to myself. Masalah apapun dan sebesar apapun itu harus kita hadapi dengan meminta pertolongan melalui shalat. Bahkan hal kecil seperti hati sedang tidak enak pun idealnya langsung shalat saja. Kan kadang kita jadi agak menunda shalat karena lagi down atau perasaan-perasaan negatif lainnya. Langsung aja dibawa shalat. Insyaa Allah akan diberikan ketenangan *ala ala A’a*. Karena walaupun shalat dalam keadaan hati tidak enak, setidaknya kita sedang berdiri di hadapan Allah. Dan Allah tidak mungkin menyia-nyiakan hamba-Nya. Habis shalat bisa do’a apaaa aja yang kita harapkan asalkan itu merupakan hal yang baik. Semoga setelah shalat akan ada jalan keluarnya yey.

Nah trus sebetulnya kenapa sih shalat itu mujarab banget untuk kita yang sedang memohon dan meminta kepada Allah? Yaitu karena shalat penuh dengan dzikir-dzikir yang dapat menyucikan hati kita, membersihkan kita dari dosa dan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. Pertama dari Al-Fatihah. Kalau kita mau bahas tafsir Al-Fatihah akan lama dan lumayang panjang. Mungkin bisa temen-temen cek disini 😀 Kemudian do’a yang mendalamm banget yang ada di shalat itu ada di saat duduk di antara dua sujud. Sebetulnya semua bacaan di shalat itu bermakna yang dalam dan kuat. Tapi untuk do’a di duduk di antara dua sujud ini spesial.

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

“Yaa Allah, ampunilah dosaku, kasihankanlah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berikanlah rezeki kepadaku, karuniakanlah aku petunjuk, berikanlah kesehatan dan karuniakanlah ampunan kepadaku.”

Pada do’a tersebut, kita menemukan ada kata rabbighfirli dan wa’fuani. Kesannya memang keduanya mirip, sama-sama merujuk pada memohon ampunan. Tapi disini disampaikan bahwa kalau ghafaralii itu seperti ditutupp dulu dosanya di dunia kemduian nanti di akhirat dosanya akan diperlihatkan lagi. Tapi kalau wa’fuani itu kita memohon agar Allah memaafkan dosa kita dan menghapuskannya. Jadi sudah hilang jejak dosa itu 😀 jadi bersih lagi. Untuk redaksi dari penjelasan ini aku belum nemu sumber yang aslinya. Semoga setelah ikut kajian ini bisa ketemu. Cuma kalau sudah disampaikan oleh ‘ulama, insyaa Allah benar 😀

Jadi.. subhanallah banget yaa do’anya. Betapa Allah mencintai hamba-Nya dan selalu ingin memaafkan dan mengembalikan hamba-Nya ke jalan yang fitrah. Menjelang Ramadhan yang tinggal hitungan jam ini, yukkk kita tingkatkan kualitas ibadah kita terutama shalat. Ini reminder untuk aku juga :). Semoga dengan melakukannya bersama-sama, bisa membawa keberkahan dari sisi Allah. Oya ada satu do’a lagi nih spesial di bulan Ramadhan..

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى »

Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab,”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).” [2]

Sumber :

[1] https://www.sahih-bukhari.com/Pages/Bukhari_3_32.php
[2] https://rumaysho.com/499-koreksi-doa-lailatul-qadar.html

 

Ibuku, Mujahidahku!

13690832_10201985849323953_5454363359016270936_n

Sudah lebih dari 3 bulan ini aku resmi jadi penumpang kereta stasiun Bekasi-stasiun Pondok Cina. Untuk orang-orang yang biasa naik KRL, pasti sudah banyak dengar tentang mitos (wk wk) kereta Bekasi yang super itu. Kereta yang kalau kita tidak segera naik ke dalam gerbongnya, maka kita hanya bisa masuk dengan bantuan orang di luar kereta untuk mendorong kita. Saya yang terlahir sebagai anak yang biasa “ngalah” akhirnya sering ga jadi naik kereta karena ga sanggup dorong-dorongan. Alhasil nunggu kereta sampai sepi wkwkwk.

Sesampainya di rumah, alhamdulillah ketemu mama dan makan malam. Kalo udah di rumah dan liat mama sehat, rasanya senenggg banget. Habis itu pasti biasanya cerita-cerita. Sebetulnya cerita-cerita sih ga harus momen makan malam. Saat aku bangun tidur dan nyawa belum terkumpul aja biasanya mama sudah mulai cerita :’)

Sebetulnya di antara seluruh cerita mama itu, ada satu cerita yang saat ini aku baru berasa “ngena” di hati. Yaitu cerita saat aku kecil dulu dan hanya diasuh sama mama. Ini tuh cerita lama yang sebetulnya aku sudah hapal dan sangat kebayang detailnya. Hanya saja, baru-baru ini aku memahami dan mencoba merasakan apabila aku ada di posisi mama saat itu.

Dulu saat aku bayi sampai umur 5 tahunan, aku diasuh hanya sama mama karena satu dan dua hal. Sebetulnya diasuh sama oma dan tante-tante tersayang juga hehehe. Nah, karena mama dulu ini kerja, akhirnya aku ikut-ikut mama kerja kemanapun. Kalau mama ada kerjaan di Tangerang sana, aku ikut. Naik motor, mobil, bus, ini dan itu. Habis itu lanjut kerjaan di Jakarta, trus disini, trus disana. Yaa dulu intinya aku sudah keliling nemenin mama kerja hehehe. Beberapa tahun lalu aja aku ketemu dengan salah satu anak buahnya mama di proyek. Trus bapaknya ini negor aku, “loh ini neng chyntia yang dulu kecil. waaah”. Trus aku terharu gitu ada yang inget sama aku :’)

Korelasi antara paragraf pertama tulisan ini dengan perjuangan mama adalah.. aku baru merasakan kalau aku ada di posisinya mama. Aku yang setiap hari naik kereta, ngerasain pegelnya kaki. Apalagi mama yang dulu selain bawa dirinya sendiri, musti sambil menggendong dan menjaga aku . Disini aku baru paham bahwa betapa beratnya perjuangan mama dulu membesarkan aku sendirian. Mencari uang di saat kondisi krismon. Menjaga anak yang saat balita selalu sakit-sakitan. Tapi dibalik berbagai rintangan dan keterbatasan yang mama lalui saat itu, mama selalu menempatkan aku menjadi prioritas pertamanya. Dari kecil sampai sekarang, mama selalu memperjuangkan yang terbaik untuk aku. Mulai dari makanan yang di makan, tempat sekolah, baju yang dipakai, pendidikan non-formal dan yang paling penting encouragement untuk menuntut ilmu akhirat dan menjadi muslimah yang lebih baik lagi.

Mama selalu ingin aku menjadi yang terbaik semampuku. Mama paling ga suka kalau aku melakukan hal jelek atau sekedar tidak berprogres dalam kehidupanku sehari-hari. Wah, pokoknya mama yang paling sensitif deh soal kelalaian aku. Contohnya aja sekarang kalau banyak bolong shalat tahajjudnya, beuh pasti dikomenin. Trus kalo abis adzan ga langsung shalat, langsung diceramahin. Intinya takut aku ga istiqomah lagi (waddduh). Bahkan sampai aku berada di fase sebentar lagi lulus kuliah, mama selalu memberikan aku cerita-cerita inspiratif tentang sukses dunia dan akhirat. Mama juga berpesan bahwa sebaik-baiknya keluarga itu adalah keluarga penjaga Al-Qur’an. Jadi mama pinginnya punya keturunan yang penghapal Al-Qur’an. Aku mengamininya dan dalam hati bersyukur memiliki mama yang memiliki standar cita-cita yang tinggi dan mulia. Ah, bahkan di umurku yang segini saja mama terus berdoa dan turut merancang untuk kebaikan masa depanku..

Dari cerita panjang masa kecil aku dan perjuangan mama membesarkan aku sampai saat ini, aku merasa berhutang banyak hal ke mama. Dan yang pasti hal tersebut ga akan pernah bisa terbayar. Apabila berbicara tentang tanggungjawab, maka mama adalah orang di dunia ini yang sangat bertanggungjawab dengan amanah buah hati yang dititipkan Allah. Melalui mama, aku belajar bentuk perjuangan yang sesungguhnya. Melalui tangan halusnya yang selalu tersedia untuk aku kembali ke dekapannya, aku memahami makna kekuatan seorang ibu dan kegigihan membesarkan seorang anak. Tidak hanya agar anak tersebut loyal kepada orangtuanya, tetapi juga kepada agama Allah dan menjadi bagian dari pejuangnya..

Yaa Allah, aku tau bahwa rahmat yang engkau karuniakan kepadaku melalui mama hanyalah setitik dari luasnya hamparan rahmatmu. Maka yaa Allah, dengan idzin-Mu, karuniakanlah aku jalan untuk dapat membahagiakan ibuku di dunia dan akhirat yaa Allah.. Ampunilah dosa-dosa kami dan sayangilah kami yaa Rabb..

Rabbighfirli, wali waalidayya warhamhuma, kamaa rabbayani shaghiira

Menyimpang tapi Positif?!

Watercolor running people

Credit: http://www.nhs.uk

Halo, semuanya! 😀 Assalamu’alaikum. Gimana kabarnya? Udah lama nih aku ga nulis blog. Sekarang tergerak untuk nulis lagi karena kemarin habis dapet reminder dari salah satu sosok inspiratif di kampus. Katanya, kalo mau jadi sesuatu ya berarti kita harus biasakan diri kita melakukan hal-hal yang dapat membawa kita ke tujuan tersebut. Contoh, aku cita-citanya mau jadi penulis dan pembicara. Tapi karena kejebak dengan rutinitas dan kecapean sendiri, akhirnya ga nulis-nulis. Kira-kira akan sampai di tujuan ga? Ngga 😀 Jadi penting banget untuk menguasai energi kita agar dapat disalurkan ke hal-hal yang bermanfaat dan memang kita tuju. Tentunya apapun yang kita lakukan ini semata-mata mencari ridhanya Allah 🙂

Oke sekian intronya. Hari ini aku mau bahas tentang materi kuliah yang baru saja tadi siang belajar. Tentang POSITIVE DEVIANCE. Apa tuh? Kenapa materi kuliah dibawa-bawa kesini??? Yak mari kita kenalan dulu sama positive deviance ini :3

Positive itu positif, deviance itu artinya penyimpangan. Maka…positive deviance itu artinya adalah penyimpangan yang positif. Apa tuh? Maksudnya adalah kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang memperoleh taraf kehidupan yang lebih baik daripada kelompok masyarakatnya sendiri padahal dia dan kelompok masyarakatnya ini sumber daya yang dimilikinya sama.

Pusing? Kita coba ambil contoh kasus gizi ya. Misalnya di suatu desa terjadi malnutrisi kronik pada lebih dari 30% balita. Nah, pas di cek ternyata ada lho satu keluarga yang di desa itu juga tapi anaknya ga ada yang malnutrisi. Apa yang terjadi? Karena ternyata ayah dari keluarga ini setiap sore rajin nyari udang dan kepiting di laut dan suka kasih ubi ke anak-anaknya. Beres. Bapak yang status gizi anaknya baik ini ternyata punya rahasia supaya anaknya tetap sehat saat anak-anak lain mengalami malnutrisi. Yaitu mau berpikir dan bertindak kreatif untuk memenuhi kebutuhan mendasar melalui pemanfaatan sumber daya yang sudah dimiliki sehingga tercapai pemenuhan kebutuhan. Ntaps kan.

Filosofi ini bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari kita sebetulnya. Misal, kita pengen lulus UN dengan nilai terbaik atau lulus kuliah dengan cum laude. Maka penting nih untuk going miles further :’) *deuh ini note to self banget*. Atauuuu kita pingin hidup sehat, berarti kita musti lebih rajin aktivitas fisik dan makan makanan sehat. Contoh lebih sering naik tangga daripada lift, jalan kaki atau sepeda daripada mobil/motor, rajin minum air putih daripada minum air rasa- rasa (?).

 

Selain filosofi di atas, ada lagi nih yang unik dari positive deviance yang bisa kita pelajari. Yaitu urutan belajarnya. Maksudnya?

Jadi dalam merubah sikap seseorang atau sekelompok masyarakat, biasanya urutannya itu bisa dari knowledge -> action -> practice. Contohnya, perlu diadakan penyuluhan atau seminar dulu untuk transfer pengetahuan, baru mereka bisa menerapkan teori baru yang diharapkan. Tapi kalau di positive deviance ini, yang dilakukan pertama kali adalah practice dulu! Jadi begini urutannya, practice -> action -> knowledge. Ibaratnya kayak, COBA AJA DULU. JUST DO IT. Baru setelah itu bisa didapatkan pemaknaan, kenapa sih kita harus kayak gitu.

Hmmm ini penting juga nih buat kita yang mau menerapkan habits baru yang baik untuk diri kita. Misalnya kita udah tau nih keutamaan dzikir pagi tapi mager. Nah, yaudah langsung lakuin aja. Misal, bawa buku doa dzikir paginya yang kecil itu selalu di dalam tas. Trus tiap pagi keluarin aja dan baca. Ulang-ulang terus perilaku tersebut sampai jadi habit. Insyaa Allah manjur 😀

Intinya, dalam konsep positive deviance ini ternyata ada lho yang bisa kita pelajarin dan bermanfaat untuk kehidupan kita sehari-hari. Pertama, kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik daripada yang lain padahal sama-sama memiliki sumber daya yang sama asalkan kita mau berpikir kreatif dan berusaha lebih. Kedua, untuk mendapatkan kebiasaan baru yang baik, kita hanya perlu melakukannya saja secara berulang-ulang. Ga perlu banyak kontemplasi 😀

Sekian tulisan singkat ini semoga bermanfaat 🙂 Wassalamu’alaikum wrwb.

This writing is inspired by: kuliah Gizi Positive Deviance & diskusi dengan banyak pihak 🙂

Photo credit: http://www.nhs.uk/Livewell/getting-started-guides/Pages/getting-started-running.aspx

 

Hujan

Mungkin hujan sore ini turun khusus untukmu, Chyn. Agar do’amu bisa memiliki jalan pintas melalui waktu-waktu do’a yang mustajab. Karena Allah begitu merahmatimu..

Allah ingin engkau lebih sering berdo’a dan bertambah keyakinannya. 🙂

Terima kasih banyak kepada tiap orang yang selalu membersamai during this trials and hardship. I surely owe you this smile. 🙂

Istiqamah

Barangsiapa menganggap ringan kewajiban (dakwah) ini, padahal ia merupakan kewajiban yang dapat mematahkan tulang punggung dan membuat orang gemetar, maka ia tidak akan bisa melaksanakanny secara kontinu kecuali atas pertolongan Allah. Ia tidak akan bisa memikul dakwah kecuali atas bantuan Allah SWT.Dan tidak akan bisa teguh di atasnya kecuali dengan keikhlasan pada-Nya.

Orang yang berada di jalan ini, siangnya berpuasa, malamya menunaikan shalat dan ucapannya penuh dengan dzikir. Hidup dan matinya hanya untuk Allah, Tuhan Semesta Alam, yang tiada sekutu bagi-Nya.

Oleh: Sayyid Qutb

5 Manfaat Menjaga Ketepatan Waktu

Oleh: Chyntia Aryanti Mayadewi (16/01/2017)

Dalam kehidupan sehari-hari, apakah anda pernah menemui orang yang tidak menjaga ketepatan waktunya dalam mengerjakan pekerjaan? Atau bahkan itu adalah diri anda sendiri? Taukah anda bahwa tidak pandainya seseorang dalam menjaga ketepatan waktunya dapat menurunkan kredibilitasnya dalam kelompok? Bahkan orang tersebut dapat memperoleh kerugian yang berdampak pada dirinya sendiri, yaitu kerugian kehilangan waktu. Tentu hal ini tidak ingin kita alami, bukan? Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, yuk kita pahami 5 manfaat yang kita peroleh apabila menjaga ketepatan waktu kita dalam mengerjakan  pekerjaan.

  1. Waktu adalah amanah dari Allah SWT.

”Tidak bergeser kaki kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat, hingga ditanya tentang empat perkara, tentang umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya bagaimana dia amalkan, hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan dan tentang tubuhnya bagaimana dia memanfaatkanya.” (HR. at-Tirmidzi, dan menurut beliau derajatnya hasan shahih)

Berdasarkan hadits di atas, dapat kita pahami bahwa waktu yang kita miliki sekarang akan dipertanyakan oleh Allah di yaumul akhir.

 

  1. Menunjukan sifat itqon dalam bekerja.

Itqon atau profesionalitas merupakan suatu modal bagi seseorang untuk sukses dunia dan akhirat dalam mengemban amanahnya. Mengapa di dunia dan akhirat? Karena di dunia ia memperoleh kepercayaan dari orang lain dan manfaat dari efektivitas dan efisiensi pekerjannya sehingga dapat menguntungkannya. Sedangkan di akhirat nanti, dapapt memperoleh pahala dan berkah Allah karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang melakukan tugasnya dengan baik. Pada Al-Qur’an surat Al-Mulk ayat 2, Allah bersabda, “(Dia) Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya (optimal). Dan, Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun”.

 

  1. Menunjukkan kecerdasan dan kepandaian seseorang.

Berangkat dari hadits Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi,  “Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian, itulah orang yang paling cerdas (HR Ibnu Majah, Thabrani dan Al Haitsami). Dari sini lah dapat kita ambil hikmahnya bahwa orang yang cerdas adalah orang yang kemampuan mimpi dan manajemennya melampaui batasan mata. Maksudnya adalah orang tersebut dapat memprediksi hal-hal yang kemungkinan pasti akan terjadi pada dirinya. Pada konteks menjaga ketepatan waktu, orang yang melaksanakan tugas meleset dari waktunya pasti sebetulnya tau konsekuensi yang akan diterimanya atas apa yang telah ia lakukan. Sedangkan pada orang yang mengerjakan pekerjaannya tepat waktu, pasti sebelumnya telah mengetahui hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk menunjang pekerjaannya dan berapa lama tugas tersebut dapat diselesaikan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa orang yang menjaga ketepatan waktunya adalah orang yang cerdas dan pandai karena ia mampu mengelola waktu yang ia punya dan menyelesaikan tugasnya dengan baik.

 

  1. Menjaga kualitas pekerjaan tersebut.

Percayakah anda bahwa waktu yang anda gunakan dalam mengerjakan pekerjaan anda berkaitan erat dengan kualitas pekerjaan itu sendiri? Menurut Uqshari (2005), ketepatan waktu sama pentingnya dengan pelaksanaan kerja itu sendiri. Tips-tips untuk mencapai ketepatan waktu demi tercapainya kualitas pekerjaan yang baik menurut Uqshari (2005) adalah dengan memberikan kontribusi atau fokus yang sama pada pekerjaan yang besar maupun kecil. Karena pekerjaan kecil pun sejatinya adalah amanah yang kelak harus kita pertanggungjawabkan. Selanjutnya, kita harus mengetahui batas waktu pengerjaan sehingga kita dapat mengontrol kapan tugas tersebut harus diselesaikan. Selain itu, dibutuhkan konsistensi, keuletan, semangat dan kekuatan untuk menyelesaikan pekerjaan. Karena menyelesaikan pekerjaan jauh lebih sulit daripada memulai suatu pekerjaan.

 

  1. Menjaga seseorang tercapai dalam menggapai cita-citanya.

Untuk mencapai cita-cita tentulah dibutuhkan berbagai macam upaya agar seseorang sampai kepada tujuannya. Mengerjakan pekerjaan tepat pada waktunya dapat menjaga seseorang untuk fokus kepada tujuannya, bukan semata-mata pada tugas yang ia kerjakan. Saat mengerjakan tugas, ia paham bahwa tugas yang ia kerjakan adalah kendaraan yang membuatnya sampai pada tujuan. Oleh karena itu, ia harus segera menyelesaikan tugasnya tersebut agar dapat beralih ke tugas lainnya sehingga ia dan titik tujunya tidak lagi terpisah jauh.

 

Penjabaran 5 poin di atas tentang manfaat menjaga ketepatan waktu adalalah sebagian dari masih banyaknya lagi poin-poin yang belum disebutkan. Yang pasti, menjaga ketepatan waktu memiliki banyak manfaat yang hendaknya diaplikasikan oleh tiap muslim agar amanah yang ia peroleh dapat menghasilkan output yang baik.

 

Sumber:

 

“Kumpulan Hadits : Bagaimana Memanfaatkan Waktu”. SalamDakwah. N.p., 2017. Web. 16 Jan. 2017.

 

Uqshari, Yusuf Al. Wujudkan Mimpi Anda. 1st ed. Depok: Gema Insani, 2005. Print.

Allah…

Pagi ini aku mendapat message di grup whatsapp angkatanku. Salah satu dari temanku mengabarkan bahwa Ayahnya meninggal dunia.

Aku sendiri tidak pernah mendengar apakah beliau sebelumnya memiliki riwayat sakit atau tidak. Yang aku tau adalah temanku ini cukup sering becerita tentang cerita-cerita lucu di keluarganya, pun aku juga suka bertukar cerita dengannya. Aku mendapatkan gambaran bahwa keluarganya pastilah keluarga yang hangat.

Tapi buatku kehilangan orangtua adalah suatu hal yang besar. Untuk membayangkannya saja aku tidak pernah sanggup. Aku takut kalau aku belum mampu membahagiakan mereka. Aku takut belum sempat mengajak mereka jalan-jalan keluar negeri, mengajak mereka mencicipi makanan terbaik di dunia, atau sekadar membuat mereka bangga dengan apa yang aku lakukan. Ah masih banyak hal yang belum aku lakukan.

Kini usiaku 20 tahun. Dan kedua orangtuaku mulai memasuki usia kepala lima. Adalah sebuah kerugian besar apabila aku tidak mampu memaksimalkan masa ini.

Izinkan lah ya Allah.. Izinkan lah aku bias menjadi penyejuk hati di mata kedua orangtuaku dan menjadi salah satu penyebab mereka berdua masuk ke surga-Mu, ya Rabb.